26 Sep 2026 Humas Post Dibaca 7 kali

FT Unkhair Susun Renstra 2026–2030, Dorong Inovasi Teknologi Kepulauan Melalui Kendaraan Listrik

FT Unkhair Susun Renstra 2026–2030, Dorong Inovasi Teknologi Kepulauan Melalui Kendaraan Listrik

Ternate – Fakultas Teknik Universitas Khairun (FT Unkhair) mulai merancang arah pengembangan strategi periode 2026–2030 melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) yang berlangsung di Aula Nuku, Gedung Rektorat Kampus II Unkhair, Ternate. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat posisi Fakultas Teknik sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, berkualitas, dan memiliki daya saing global dengan pengembangan karakter berbasis wilayah kepulauan.

Penyusunan Renstra FT Unkhair diarahkan agar selaras dengan visi pengembangan universitas serta kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Wakil Rektor I Bidang Akademik Unkhair, Dr.Drs. Hasan Hamid, M.Si., menegaskan bahwa dokumen strategi tersebut harus menjadi instrumen implementasi yang mampu mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal, bukan sekadar dokumen administratif.

Menurutnya, Fakultas Teknik memiliki peluang besar untuk membangun keunggulan khas kepulauan melalui penguatan riset, pengembangan purwarupa, proses hilirisasi teknologi, serta kolaborasi lintas disiplin ilmu. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Maluku Utara dan kawasan kepulauan lainnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, FT Unkhair menghadirkan kuliah tamu dengan tema pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai untuk wilayah kepulauan yang menghadirkan Founder dan CEO Marlip EV, Ir. Masrah Marang, MM Kehadiran industri tersebut memberikan perspektif mengenai peluang pengembangan teknologi kendaraan listrik yang adaptif terhadap kondisi geografis Indonesia.

Dalam pemaparannya, Masrah menjelaskan perjalanan pengembangan Marlip EV yang dimulai sejak tahap riset pada tahun 1996 hingga memasuki fase industri penguatan dan produksi massal. Ia menekankan bahwa transformasi kendaraan listrik tidak hanya berkaitan dengan penggantian mesin konvensional menjadi motor listrik, tetapi juga membutuhkan kesesuaian teknologi dengan karakter wilayah, sumber energi, infrastruktur pendukung, dan model bisnis yang berkelanjutan.

Untuk wilayah kepulauan seperti Maluku Utara, pengembangan kendaraan listrik memiliki tantangan tersendiri, mulai dari kondisi lingkungan laut, tingkat korosi, suhu tropis, karakter geografis, hingga kesiapan infrastruktur pengisian daya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan teknologi yang dirancang khusus sesuai kebutuhan daerah kepulauan.

Konsep kendaraan listrik yang berkembang mencakup berbagai sektor, mulai dari kendaraan listrik darat (land EV), kendaraan listrik laut (marine EV), hingga kendaraan listrik ringan , dengan aplikasi seperti kendaraan logistik, kendaraan utilitas, ambulans, kapal penumpang, dan kapal nelayan.

Dalam mendukung pengembangan tersebut, diperlukan kolaborasi multidisiplin antarprogram studi di Fakultas Teknik. Teknik Mesin berperan dalam pengembangan sistem mekanik dan struktur kendaraan, Teknik Elektro dalam sistem baterai dan tenaga, Teknik Industri dalam proses produksi dan rantai pasok, sementara bidang Informatika mendukung pengembangan IoT, telematika, pengelolaan data, serta aplikasi digital.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat, FT Unkhair memperkenalkan gagasan Island EV Living Lab , yaitu konsep pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis kepulauan yang mencakup kendaraan operasional kampus, kendaraan logistik UMKM, hingga kapal listrik untuk transportasi antarpulau dan aktivitas nelayan.

Kegiatan ini menjadi langkah awal FT Unkhair dalam membangun strategi pengembangan lima tahun ke depan dengan orientasi pada pendidikan berkualitas, penelitian yang berdampak, inovasi teknologi, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah kepulauan.